Minggu, 05 April 2009

BAGONG
Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermancung panjang dan berhidung leper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Kadang juga dikenali sebagai khinzir[1] (perkataan Arab). Babi adalah omnivora, yang berarti mereka mengkonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling pintar, dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing.

Dalam al-Quran, sebagai hewan, babi hukumnya najis jika disentuh dan haram untuk dimakan oleh umat Islam. Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kalangan Kristen.

Namun babi banyak dikonsumsi orang Eropa dan orang Tionghoa. Beberapa suku bangsa di Indonesia selain suku Tionghoa-Indonesia juga suka mengkonsumsi babi yaitu suku Bali, Batak dan Manado. Dan dalam bahasa Jawa, babi berarti 'celeng.

Beberapa contoh makanan yang mengandung babi:

  • Babi panggang merah (manis) khas Tionghoa
  • Babi panggang putih (asin) khas Tionghoa
  • Sekba (berisi jeroan babi dengan kuah) khas Tionghoa (Jakarta, Bogor, Bandung, Tangerang)
  • Kitoba (irisan bagian kepala babi yang diolah dengan cara dikukus. Untuk menikmatinya harus dicelupkan ke dalam cuka aren yang disediakan khas Tionghoa Bogor
  • Sate babi khas Tionghoa: sama seperti daging sate pada umumnya namun tusukannya lebih besar dan rasanya manis.
  • Ngo hiang / Go Hiong: Daging babi cincang yang dibungkus dengan kulit kembang tahu tipis. (Jakarta, Bogor, Bandung).
  • Babi cin: Hidangan daging babi + minyak dengan kuah yang rasanya manis karena kecap manis.
  • Bakut: Hidangan khas Tionghoa yang merupakan paduan dari sayur asin dan kaldu iga babi.(Dapat dijumpai di seluruh Indonesia).
  • Saksang: Olahan daging babi khas daerah Tapanuli
  • Babi rica-rica: Daging babi olahan khas Manado yang rasanya sangat pedas.
  • Babi guling: Olahan daging babi khas Bali
  • Babi putar: Olahan daging babi khas Manado yang umumnya disajikan pada saat perayaan.
TOM & JERRY
Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang sepasang kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini adalah pemenang Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh dua orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudain terkenal sebagai Hanna-Barbera).

Seri animasi ini diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di Hollywood pada tahun 1940 hingga 1957 saat unit animasi studio tersebut ditutup. Pada tahun 1960, MGM mempekerjakan Rembrandt Films (pimpinan Gene Deitch) di Eropa Timur untuk memproduksi seri Tom and Jerry ini.

Produksi Tom and Jerry kembali ke Hollywood pada tahun 1963, dikerjakan oleh Sib-Tower 12 Productions pimpinan Chuck Jones. Seri produksi ini berlangsung hingga tahun 1967.

Tom and Jerry muncul kembali di acara kartun televisi hasil produksi Hanna-Barbera (1975-1977; 1990-1993) dan Filmation Studios (1980-1982). Film animasi pendek produksi MGM karya Hanna dan Barbera dikenal karena telah memenangkan tujuh Academy Award, sama dengan prestasi Silly Symphonies karya Walt Disney. Dua karya ini adalah karya animasi seri yang paling banyak menerima penghargaan.

Alur cerita dalam setiap cerita pendek biasanya berpusat pada usaha-usaha mustahil Tom untuk menangkap Jerry, disertai dengan berbagai konflik fisik dan kerusakan materi. Mereka terkadang terlihat dapat hidup damai berdampingan di beberapa episode (setidaknya dalam menit-menit pertama), jadi terkadang tidak jelas mengapa Tom begitu bernafsunya mengejar Jerry. Beberapa alasannya mungkin adalah perseteruan abadi kucing dan tikus, tugas yang diberikan oleh pemilik rumah, balas dendam, dan kompetisi melawan kucing lainnya.

Tom jarang sekali sukses menangkap Jerry, terutama disebabkan oleh kepandaian dan kelincahan Jerry serta kebodohan Tom sendiri. Tom biasanya mengalahkan Jerry ketika sang tikus menjadi penyebab masalah atau ketika Jerry telah bertindak keterlaluan.

Cerita pendek mereka terkenal dengan lelucon yang paling sadis yang pernah ditampilkan dalam film animasi: Jerry memotong tubuh Tom menjadi dua, Tom menggunakan berbagai senjata mulai dari kapak, pistol, bom dinamit dan racun sebagai usahanya untuk membunuh Jerry, Jerry memanggang ekor Tom ke dalam panggangan roti, memasukkan ekor kucing itu ke dalam lubang listrik, menghantam wajah Tom dengan tongkat baseball, dan lainnya. Namun, disamping semua tindakan sadis ini, tidak ada darah atau hal-hal yang mengerikan tampil di dalam cerita mereka. Lelucon yang sering terulang dalam tindakan sadis ini adalah ketika Jerry memukul Tom ketika si kucing itu sedang melakukan sesuatu. Tom pada mulanya terlupa akan rasa sakit --- namun kemudian merasakannya beberapa saat kemudian!

Seri kartun ini juga terkenal dengan ketergantungannya pada berbagai klise, misalnya tubuh karakter yang menjadi hitam legam akibat suatu ledakan dan penggunaan gambar bayang-bayang yang diperbesar (seperti di episode "Dr. Jekyll and Mr. Mouse"). Kemiripan pada benda-benda dan kejadian-kejadian nyata bisa jadi adalah daya tarik utama dari humor visual seri kartun ini. Karakter-karakter Tom and Jerry biasa berubah menjadi bentuk-bentuk yang tidak masuk akal tapi sangat berkenaan dengan kejadian yang ada (kebanyakan dalam situasi terpaksa akibat dipukul atau lainnya) dalam gambaran yang tertutup tapi cukup mengerikan di dunia nyata.

Musik berperan sangat penting dalam tiap episode, memberikan penekanan pada tindak-tanduk karakter, mengisi suara sound effects, dan membawa emosi ke dalam cerita. Pengarah musik Scott Bradley menciptakan karya musik yang rumit yang mengkombinasikan musik jazz, klasik dan pop untuk seri ini. Ia seringkali menggunakan lagu-lagu pop kontemporer dan lagu-lagu dari film-film MGM seperti "The Wizard of Oz" dan "Meet Me In St. Louis".

Pra-1953, semua film animasi Tom and Jerry diproduksi dalam rasio dan format standar Akademi Film Amerika Serikat (Academy). Dari tahun 1953 hingga tahun 1956, beberapa film diproduksi ganda dalam format Academy dan proses CinemaScope layar lebar. Dari tahun 1956 hingga ditutupnya studio animasi MGM setahun kemudian, semua film animasi Tom and Jerry diproduksi dalam CinemaScope; beberapa bahkan lagu-lagu pengiringnya direkam dalam stereo. Di era tahun 1960-an, karya-karya Gene Deitch dan Chuck Jones semuanya diproduksi dalam format Academy, tapi dengan komposisi yang bisa dirubah ke dalam format layar lebar. Karya-karya Hanna-Barbera pada mulanya diproduksi dalam three-strip Technicolor; sementara yang diproduksi di tahun 1960-an menggunakan format Metrocolor.


MICKEY MOUSE


Mickey Mouse Works adalah acara televisi yang terdapat Miki Tikus dan teman-temannya. Ini adalah kartun Mickey's Mouse Tracks yang dibuah.

Miki Tikus, Mini Tikus, Donal Bebek, Desi Bebek, Gufi, Pluto dan Profesor Otto membintangi sekmennya sendiri. Karel Kuda, Klarabela, Kwik, Kwek dan Kwak, Kiki dan Koko, Gober Bebek, Boris, Humphrey si Beruang, J. Audobon Woodlore, Dinah si Dachshund, Butch si Bulldog, Mortimer dan Clara Cluck muncul sebagai karakter pembantu.

Mickey Mouse Works dibuat untuk mengulang kembali era kejayaan kartun pendek Disney, pada film ini terdapat banyak karakter Disney yang populer. Dengan menggunakan warna awal dan efek suara original, film ini terlihat seperti film Disney klasik.

Setiap setengah jam terdapat berbagai macam kartun, dari kartun yang panjangnya 90 detik sampai 12 menit.

Berbagai macam kartun yang sangat pendek, yang berdurasi 90 detik, berjudul sebagai berikut:

  • Mickey to the Rescue: Miki Tikus berusaha menyelamatkan Mini dari Boris.
  • Maestro Minnie: Mini menjadi konduktor pada suatu orkestra.
  • Goofy's Extreme Sports: Gufi menunjukan aksi berbahayanya dalam olahraga.
  • Donald's Dynamite: Aktivitas Donal dan sebuah dinamit.
  • Von Drake's House of Genius: Professor Otto menunjukan penemuannya.
  • Pluto Gets the Paper: Pluto melewati masalah untuk mengambil koran untuk Miki.

Meski kartun-kartun ini terpisah, tapi Donal, Miki Dan Gufi juga menjalani usaha jasa dalam begberapa kartun..


GARFIELD

Garfield adalah sebuah komik strip oleh Jim Davis yang menceritakan tentang Garfield sebagai tokoh utama yang merupakan seekor kucing peliharaan Jon Arbuckle. Tokoh lainnya adalah Odie, seekor anjing yang kurang cerdas. Pada tahun 2006, komik strip ini dilisensikan kepada sekitar 2.570 surat kabar dan majalah serta memegang rekor pada Guinness World Record sebagai komik strip yang paling luas dilisensikan di dunia [1]. Nama Garfield diambil dari nama kakek Jim, James Garfield Davis, yang dahulu namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat James Garfield.

Tokoh Utama

  • Garfield adalah kucing oranye dengan belang hitam yang sangat suka makan, menonton televisi, dan minum kopi, dan membenci antara lain hari Senin, laba-laba, kismis, dan bayam.
  • Jon Arbuckle adalah pemilik Garfield dan Odie. Ia sering menjadi bahan celaan Garfield karena kesialannya dalam menjalin cinta karena ia cenderung aneh dan ceroboh.
  • Odie, seekor anjing yang juga sering menjadi korban kejahilan Garfield. Anjing kuning ini memang kurang cerdas. Awalnya, Odie adalah miliki sahabat Jon, Lyman, namun Lyman pergi dan Jon merawat Odie.
CAT WOMEN

Cat-Women of the Moon is a 1953 Science fiction 3-D film directed by Arthur Hilton. It stars Sonny Tufts, Victor Jory and Marie Windsor. The musical score was composed by Elmer Bernstein.[1]

This is one of several low budget films from the 1950s-1960s that share the same premise of a typically all-male expedition to a remote and isolated location were they discover a race of women without men.

An expedition to the Moon encounters a race of "Cat-women", the last eight survivors of a 2-million-year-old civilization deep within a cave where they have managed to maintain the remnants of a breathable atmosphere that once covered the Moon. The remaining air will soon be gone and they must escape if they are to survive. They plan to steal the expedition's space ship and return to Earth.

Through the use of their telepathic ability the Cat-women have been subliminally controlling Helen Salinger (Marie Windsor) so she can win the navigator slot on the expedition and lead the crew to their location. Once Helen and the male members of the crew arrive on the moon the Cat-women take complete control of her mind. Unable to control the men's minds they work around this obstacle with Helen's help and the use of their superior abilities and feminine wiles. "Show us their weak points," one says to Helen. "We'll take care of the rest."

Along with telepathy, the Cat-women have the ability to transport themselves unseen from place to place within the cave. They use this ability to steal the crew's spacesuits where they were left at the mouth of the cave.

Using Helen to smooth things over after an earlier failed attack on the crew the Cat-women approach the men openly. Food and drink are brought out and a party ensues. Kip (Victor Jory) is suspicious after discovering the spacesuits are missing and confronts the Cat-women's leader Alpha (Carol Brewster) who promises to return the suits in the morning. Kip sits alone, unable to intervene while the Cat-women exploit the "weak points" of expedition commander Laird (Sonny Tufts) and the other men.

Soon the Cat-women have learned how to operate the space ship and are well on their way to success. But Lambda (Susan Morrow) falls in love with crew member Doug (William Phipps) and tells him of the plot. Carrying three spacesuits, Alpha, Beta and Helen make a break for the ship. Lambda teleports ahead to delay them and is killed by Beta (Suzanne Alexander). Kip catches up and fires several shots; Alpha and Beta are killed; Helen is uninjured. The expedition escapes and begins their return to earth.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar